Cinta yang tulus dan baik
Dia tak akan membuatmu takut kehilangan, karena dia yang tulus mencintaimu tak akan pernah berhenti menjagamu dari kehilangannya.
Dia tak akan membuatmu berharap cemas, karena dia yang mencintaimu, tak akan pernah membiarkanmu terlalu lama dalam ke-tidak-pasti-an.
Cinta yang tulus dan baik
Dia tak akan membuatmu sedih dan terus menangis, karena dia yang mencintaimu, tak akan pernah membiarkan dirinya menjadi alasan ke-tidak-bahagiaanmu.
Dia tak akan membuatmu kehilangan dirimu sendiri, karena dia yang mencintaimu tak akan memintamu melakukan hal-hal yang tidak kamu suka.
Cinta yang tulus dan baik
Dia tak akan membuatmu jauh dari Sang Pencipta, karena dia yang mencintaimu tak akan pernah lupa mengarahkanmu kembali ke jalan-Nya.
Dia tak akan membuatmu selalu tergesa-gesa, karena dia yang mencintaimu tak akan pernah membuatmu benci pada waktu, sekali pun kamu tengah menunggunya.
Cinta yang tulus dan baik
Dia tak akan membuatmu berkorban, karena dia yang dicintai olehmu tak akan pernah membiarkanmu memberi seorang diri.
Itu karena ia mengerti bahwa cinta, tak pernah layak untuk meminta.
Ketika seperti apa pun rupamu nanti, di matanya kamu adalah yang paling indah
Ketika seperti apa pun isi hidupmu kemarin dan sekarang, di hatinya kamu adalah harta yang begitu berharga
Ketika seperti apa pun kelemahanmu, baginya kamu adalah pelengkap hidupnya.
Maka jangan biarkan dirimu tidak dicintai dengan tulus dan baik, hanya karena kamu terlanjur mencintainya dengan baik.
Temukan ia yang setia, memelukmu hingga kehabisan usia.
Cinta yang tulus dan baik, adalah hanya ketika kamu dicintai kembali dan jangan mencari yang sempurna, karena dia yang sempurna di matamu belum tentu bisa sempurna melengkapi kelemahan dirimu, seutuhnya.
Tulisan ini untuk dia, yang senyumannya selalu membuat hatiku berdebar. Dan sepasang bola matanya adalah tempat paling romantis dalam ingatanku. Di mana di sanalah, sepasang matahari paling teduh tinggal.
Selamat menemukan cinta yang tulus dan baik.
Karena ini adalah doa.
Walaupun aku tahu cinta itu bukan aku
Itu kenapa aku akan mulai berhenti
Berhenti mencintaimu dengan bahagia.
Terima kasih atas segala ingatan baik
Atas segala harapan-harapan yang belum sempat jadi kenyataan
Atas gelak tawamu yang merdu
Atas cerita-cerita lucumu yang tak terlupakan
Atas segala kesempatan untuk dapat pernah memimpikan menjadi kita
Semoga kelak, kamu menemukan padanya apa yang tidak kamu temukan pada diriku.
Tuhan memelukmu.
Tuhan memeluk kita.
Aku menulis ini,
ketika kemarin masih mencintaimu.
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.